PENADARAN — Guna menekan risiko kecelakaan kerja di Sektor informal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 48 Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar "Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)" di Desa Penadaran, Sabtu (8/8/2026). Edukasi yang berlangsung pukul 09.00 hingga 10.30 WIB ini menyasar para pemilik serta mekanik dari tiga bengkel lokal setempat.
Program edukasi ini digagas oleh Fahmi Danendra, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Unimus. Inisiatif tersebut diusung untuk meningkatkan kedisiplinan pekerja bengkel dalam menerapkan prinsip K3 agar tercipta lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.
"Risiko kecelakaan di area bengkel—seperti paparan bahan kimia, percikan api, korsleting listrik, hingga benturan alat berat—kerap diabaikan. Melalui sosialisasi ini, kami ingin mengajak para mekanik agar lebih peduli terhadap penggunaan perlengkapan keselamatan dasar serta penataan area kerja yang aman," ujar Fahmi di sela-sela kegiatan.
Dalam pemaparannya, Fahmi menjelaskan pemetaan potensi bahaya operasional, pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti kacamata pelindung, sarung tangan, dan sepatu keselamatan, hingga prosedur awal penanganan darurat menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta kotak P3K.
Sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif tempat para mekanik berkonsultasi mengenai kendala praktis penerapan K3 di lapangan. Rangkaian edukasi selama satu setengah jam ini ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan foto bersama.
Korespondensi : Fahmi Danendra