PENADARAN – Dalam upaya menekan angka stunting sejak dini, Kelompok 54 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar program edukasi bertajuk "Dapur Cegah Stunting" di Rumah Moderasi Desa Penadaran, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Minggu (9/8/2026).
Memanfaatkan momen arisan rutin ibu-ibu PKK yang dimulai pukul 15.00 WIB, kegiatan ini mengusung tema “Kenali, Cegah, & Praktikkan di Rumah” serta “Cegah Stunting Dimulai dari Dapur”. Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pentingnya pemenuhan gizi keluarga berbasis bahan pangan lokal yang mudah didapat di lingkungan sekitar, serta penekanan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN 54 UPGRIS memperkenalkan panduan gizi seimbang terbaru dari Kementerian Kesehatan RI, yaitu konsep Isi Piringku, sebagai pengganti konsep lama 4 Sehat 5 Sempurna. Panduan ini mengatur proporsi ideal makanan dalam sekali sajian:
Selain porsi makan, edukasi ini menekankan empat pilar pola hidup sehat: mengonsumsi makanan beragam, menerapkan perilaku hidup bersih (seperti cuci tangan pakai sabun), melakukan aktivitas fisik harian, serta memantau berat badan secara berkala.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dan penuh kebersamaan. Mahasiswa mengajak peserta berdiskusi, bertukar pengalaman mengenai kebiasaan menyiapkan makanan sehari-hari, serta bermain gim edukatif "Mitos atau Fakta" seputar pengasuhan dan kesehatan anak. Ibu-ibu PKK tampak antusias merespons pertanyaan dan aktif berbagi cerita. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama menggunakan bingkai kreasi bertema “Cegah Stunting” sebagai simbol komitmen bersama.
Salah satu perwakilan mahasiswa KKN 54 UPGRIS menyampaikan bahwa dapur keluarga adalah benteng utama pencegahan stunting. Melalui kolaborasi ini, diharapkan informasi mengenai pemilihan serta pengolahan bahan makanan bergizi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari demi mencetak generasi masa depan Desa Penadaran yang sehat dan berkualitas.
Korespondensi: Handayani dan Sherly Sri Wulandari