PENADARAN – Suasana hangat penuh diskusi terasa di Kedai Ibun, Desa Penadaran, saat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 54 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar pertemuan bersama pengurus Karang Taruna setempat pada Sabtu (1/8/2026) pukul 20.33 WIB. Pertemuan yang berlangsung akrab dan produktif ini membahas dua agenda besar sekaligus: persiapan Lomba Voli Agustusan dan strategi pengelolaan akun Instagram Karang Taruna Penadaran.
Dihadiri oleh para mahasiswa KKN UPGRIS serta pengurus inti dan anggota aktif Karang Taruna, pertemuan ini digelar untuk menghidupkan semangat gotong royong sekaligus memperkuat eksistensi digital organisasi kepemudaan di tingkat desa.
Dalam pembahasan Lomba Voli Agustusan yang rencananya digelar pada 18–22 Agustus 2026 mendatang, disepakati untuk merancang teknis pertandingan secara matang. Mencakup antara lain penerapan sistem gugur, penyusunan jadwal tanding, penentuan wasit, hingga penyiapan sarana lapangan seperti net dan bola.
Salah satu poin penting yang disepakati adalah penetapan biaya pendaftaran (HTM) sebesar Rp250.000 per tim, dengan total hadiah doorprize mencapai Rp10.000.000. Besaran hadiah tersebut diharapkan mampu menarik minat tim-tim dari berbagai RT hingga desa tetangga untuk berpartisipasi.
Tak hanya fokus pada aspek olahraga, momentum perayaan kemerdekaan ini juga dimanfaatkan secara strategis untuk memperkenalkan wajah baru Karang Taruna Penadaran di dunia digital. Mahasiswa KKN Kelompok 54 memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari pembuatan konten foto dan video, penyusunan jadwal unggahan (content plan), penulisan teks (caption) yang komunikatif, hingga pemanfaatan fitur Reels, Stories, dan TikTok. Dokumentasi turnamen voli ini diproyeksikan menjadi konten perdana untuk mendongkrak interaksi (engagement) akun Instagram Karang Taruna.
Ketua Karang Taruna Desa Penadaran menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia berharap sinergi bersama mahasiswa KKN UPGRIS dapat terus berlanjut, tidak hanya untuk momentum perayaan kemerdekaan, tetapi juga pada program-program pemberdayaan pemuda di masa mendatang.
Melalui kerja sama ini, semangat kemerdekaan di Desa Penadaran tidak hanya dirayakan lewat perlombaan fisik, tetapi juga diwujudkan melalui langkah nyata memodernisasi organisasi kepemudaan desa agar makin dikenal luas di era digital..
Korespondensi: Muhammad Hanif Rizky Arafat /KKN UPGRIS