PENADARAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 54 melaksanakan kunjungan ke destinasi wisata Bukit Mbah Yang Kaki bersama Kepala Desa Penadaran pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan menjadi salah satu agenda awal untuk mengenal potensi desa sekaligus mempererat silaturahmi antara mahasiswa dengan pemerintah desa dan warga setempat.
Kunjungan ini diikuti oleh seluruh anggota Kelompok 54. Selama di lokasi, mahasiswa diajak meninjau langsung kondisi Bukit Mbah Yang Kaki sebagai salah satu aset wisata alam andalan Desa Penadaran. Selain menikmati pemandangan alam, mahasiswa menyimak penjelasan mengenai sejarah singkat kawasan, kondisi lingkungan, serta peluang pengembangan sektor pariwisata lokal.
Kegiatan lapangan ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif mengenai potensi wilayah bagi mahasiswa. Dengan memahami karakteristik desa secara langsung, mahasiswa diharapkan dapat menyusun serta merealisasikan program kerja KKN yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Penadaran memaparkan berbagai peluang pengembangan Bukit Mbah Yang Kaki guna mendongkrak perekonomian warga. Mahasiswa tampak antusias menyimak pemaparan, mengamati kondisi kawasan, hingga melakukan pendokumentasian. Diskusi interaktif juga terbangun mengenai ide-ide promosi wisata melalui media digital dan program pemberdayaan masyarakat.
Suasana kunjungan berjalan hangat dan penuh kebersamaan. Mahasiswa memanfaatkan momen ini untuk berdialog mengenai tantangan pembangunan desa serta peluang kolaborasi selama masa pengabdian. Interaksi ini menjadi pijakan awal dalam merancang program kerja yang bernilai guna bagi Desa Penadaran.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 54 tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar di luar ruang kelas, tetapi juga memahami pentingnya pemetaan potensi daerah sebelum melangkah. Peninjauan Bukit Mbah Yang Kaki menjadi langkah awal yang positif dalam mendukung sektor pariwisata desa serta memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.
Korespondensi : Siti Muawanah (KKN 54 UPGRIS)