Penadaran (25/03/2026) – Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Gubug melaksanakan kegiatan pemantauan manfaat bantuan pompanisasi sekaligus verifikasi lapangan untuk rencana pengembangan irigasi perpipaan di lahan Kelompok Tani (Poktan) Rahayu, Desa Penadaran, pada Rabu (25/03/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk melihat perkembangan pemanfaatan bantuan pompanisasi yang telah diterima petani, sekaligus menjadi langkah awal dalam pengembangan sistem irigasi melalui perpipaan guna meningkatkan efektivitas distribusi air.
Dalam kesempatan tersebut, Bendahara UPKK Poktan Rahayu, Reicky Adityantoko, menyampaikan bahwa keberadaan pompanisasi telah memberikan dampak positif bagi para petani, terutama dalam mengurangi kekhawatiran terhadap ketersediaan air.
“Pasca adanya bantuan pompanisasi, petani menjadi lebih tidak khawatir terkait ketersediaan air. Namun, secara umum pemanfaatannya belum sepenuhnya optimal karena sebagian anggota masih dapat mengandalkan air hujan. Selain itu, petani juga belum terbiasa menggunakan sistem kalender musim tanam secara serempak,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa manfaat pompanisasi diperkirakan akan terasa lebih maksimal saat memasuki musim kemarau atau musim tanam kedua hingga ketiga (MT 2–3), yang diperkirakan berlangsung pada periode Maret hingga Juni.
Sementara itu, Koordinator BPP Kecamatan Gubug, Imam Kuncoro, S.P., menyampaikan bahwa pengembangan irigasi pompa yang didukung sistem perpipaan diharapkan mampu meningkatkan luas tanam, indeks pertanaman (IP), serta hasil produksi pertanian, khususnya pada komoditas padi.
“Melalui keberadaan irigasi pompa, kita berharap dapat menambah luas tanam, meningkatkan indeks pertanaman, dan pada akhirnya mendorong peningkatan produksi pertanian,” ujarnya.
Dengan adanya pemantauan dan verifikasi ini, diharapkan rencana pengembangan irigasi perpipaan di Poktan Rahayu dapat segera direalisasikan sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Penadaran.
Koresponden: Reicky Adityantoko