PENADARAN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 48 Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menyelenggarakan program "Praktikum Pengabdian Manajemen Tahfidzul Qur'an (MTQ)" di Madrasah Diniyyah (Madin) Nurul Huda, Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 14.15 hingga 15.30 WIB ini diikuti oleh santriwan dan santriwati sebagai bentuk penguatan literasi keagamaan setempat.
Program kerja individu KKN ini digagas oleh Umar Labib Chizqy, mahasiswa anggota KKN Kelompok 48 Unimus. Inisiatif tersebut diusung untuk membantu meningkatkan kualitas serta kerapian hafalan Al-Qur'an para santri secara terstruktur, sistematis, dan konsisten.
"Mengajar dan mendampingi santri dalam menghafal Al-Qur'an ibarat menyusun puzzle. Setiap anak memiliki karakter dan kecepatan menghafal yang berbeda. Tugas kami adalah menemukan pendekatan yang pas agar mereka merasa nyaman, percaya diri, dan bersemangat menjaga hafalannya," ujar Umar di sela-sela kegiatan.
Rangkaian acara diawali dengan perkenalan interaktif untuk mencairkan suasana. Setelah itu, para santri melakukan muraja'ah (mengulang hafalan lama) secara bersama-sama, melantunkan delapan surah pendek dalam Juz Amma mulai dari Surah An-Naas hingga Surah Al-Ma'un.
Untuk memantapkan hafalan, mahasiswa menerapkan kombinasi setoran hafalan baru (ziyadah) sebanyak lima ayat dan muraja'ah sebanyak sepuluh ayat secara bergantian. Metode ini diterapkan untuk menguji daya ingat santri secara berkala sekaligus memastikan hafalan sebelumnya tetap terjaga.
Melalui program ini, tim KKN Kelompok 48 Unimus berharap dapat memberikan motivasi berkelanjutan agar para santri Madin Nurul Huda semakin giat dan disiplin dalam menghafal Al-Qur'an.
Korespondensi: Umar Labib Chizqy