Penadaran — Membentuk kebiasaan menjaga kebersihan diri perlu diawali dengan langkah konkret yang menyenangkan. Guna mendukung hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 48 Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar kegiatan bertajuk "Implementasi Menyikat Gigi yang Baik dan Benar" bagi para siswa Kelompok A di TK 1 Pertiwi, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 09.00 WIB ini diikuti oleh seluruh murid dengan tingkat partisipasi dan antusiasme yang tinggi dari awal hingga akhir acara.
Program kerja edukatif ini digagas oleh Zita, mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi Unimus, dengan didampingi secara penuh oleh rekan-rekan tim KKN Kelompok 48. Inisiatif tersebut bertujuan melatih anak-anak mempraktikkan teknik menyikat gigi yang tepat melalui demonstrasi langsung, sekaligus menumbuhkan kebiasaan menggosok gigi secara rutin dan mandiri sebagai bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak usia dini.
"Kami tidak hanya menyampaikan materi secara lisan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung mengenai gerakan menyikat gigi yang benar. Pembiasaan gerakan memutar serta membersihkan seluruh permukaan gigi secara menyeluruh—mulai dari sela-sela hingga area belakang—sangat penting agar plak dan sisa makanan terangkat sempurna," ujar Zita di sela-sela acara.
Rangkaian acara diawali di dalam kelas dengan pembagian sikat gigi baru berwarna-warni kepada setiap murid. Setelah menerima perlengkapan masing-masing, para siswa diajak berbaris rapi menuju halaman samping sekolah untuk mengikuti sesi praktik sikat gigi bersama secara langsung.
Di bawah bimbingan intensif Zita dan tim KKN Kelompok 48 Unimus, anak-anak diajarkan teknik menggosok gigi secara perlahan, mulai dari bagian depan, samping kiri dan kanan, hingga permukaan pengunyah dengan gerakan tepat yang aman bagi gusi. Suasana halaman sekolah tampak ceria saat para siswa mempraktikkan gerakan menyikat gigi bersama teman-teman sebayanya.
Seusai sesi praktik, tim KKN Kelompok 48 Unimus memberikan apresiasi atas keberanian dan kemandirian para murid berupa bingkisan susu kotak serta stiker karakter menarik. Kegiatan edukatif selama satu jam ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama di dalam kelas, di mana para siswa memamerkan senyum bersih dan sehat mereka dengan bangga.
Korespondensi: Zita