PENADARAN - Pemerintah Desa Penadaran menerima kunjungan dari tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) pada Kamis (23/7/2026). Kunjungan awal ini menjadi langkah awal persiapan diterimanya sebanyak 17 mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian di Desa Penadaran.
Rombongan mahasiswa KKN tersebut disambut langsung oleh Kepala Desa Penadaran, Sholehaturidlo, S.E., M.H., yang didampingi oleh jajaran perangkat desa, Jumino, S.P., dan Sutadi.
Kunjungan ini merupakan tahapan survei lapangan dan pemetaan awal sebelum pelaksanaan KKN yang dijadwalkan berlangsung selama lebih dari satu bulan, mulai 29 Juli hingga 2 September 2026 mendatang.
Koordinator Desa (Kordes) Tim KKN UPGRIS, Muhammad Ibnu Rafi’, menjelaskan bahwa KKN kali ini mengusung tema besar "Kuliah Kerja Nyata Universitas PGRI Semarang Berdampak". Agenda utama kedatangan mereka hari ini difokuskan untuk memetakan potensi, mengidentifikasi permasalahan lokal, serta menyelaraskan program kerja dengan agenda pembangunan desa.
"Kegiatan hari ini adalah survei untuk mengetahui situasi, kondisi, potensi, serta permasalahan yang ada di desa, termasuk memahami program-program yang sedang dan akan dijalankan Pemerintah Desa Penadaran. Dari informasi yang didapat, kami berharap program kerja KKN nantinya bisa tepat sasaran, memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, serta diterima dengan baik oleh masyarakat," ujar Ibnu Rafi’.
Selain berkoordinasi dengan Pemdes, tim KKN UPGRIS juga memanfaatkan agenda kunjungan ini untuk meninjau secara langsung lokasi yang akan dijadikan posko tempat tinggal mereka selama masa pengabdian.
Kepala Desa Penadaran, Sholehaturidlo, S.E., M.H., menyambut hangat kedatangan para mahasiswa dan menegaskan komitmen Pemerintah Desa untuk mendukung penuh kelancaran program KKN tersebut. Beliau berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan dorongan energi positif dan inovasi bagi kemajuan desa.
"Kami berharap KKN UPGRIS ini benar-benar memberikan dampak positif bagi Penadaran. Ini adalah momentum bagi para mahasiswa untuk menerapkan ilmu akademik yang didapat di kampus ke dalam kehidupan nyata di masyarakat. Selain itu, proses adaptasi dengan lingkungan desa akan menjadi pengalaman berharga sebagai bekal di dunia kerja kelak," tutur Sholehaturidlo.
Ia juga menambahkan agar para mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata yang menyentuh berbagai sektor, baik untuk pemberdayaan masyarakat maupun efektivitas tata kelola pemerintahan desa.
Dengan dilaksanakannya survei awal ini, sinergi antara Pemdes Penadaran dan akademisi UPGRIS diharapkan mampu menciptakan program kerja kolaboratif yang berdampak panjang bagi kesejahteraan warga Desa Penadaran.
(Korespondensi : J.Windhandini)