Penadaran (11/02/2026) – Sesi diskusi interaktif menjadi bagian penting dalam kegiatan Advokasi Kunjungan Puskesmas Gubug II ke Desa Penadaran yang digelar pada Rabu, 11 Februari 2026, di Balai Desa Penadaran. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta lembaga kemasyarakatan di tingkat desa.
Dalam suasana dialogis dan terbuka, berbagai isu strategis dibahas secara konstruktif. Salah satu poin utama adalah dukungan Pemerintah Desa Penadaran dalam menyosialisasikan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini merupakan layanan pemeriksaan kesehatan dasar tanpa biaya yang dapat diakses masyarakat melalui Puskesmas. Pihak Puskesmas Gubug II berharap pemerintah desa dapat berperan aktif menyampaikan informasi secara luas agar masyarakat memanfaatkan layanan tersebut secara optimal. Jadwal pelaksanaan CKG akan diinformasikan lebih lanjut untuk diteruskan kepada warga.
Selain CKG, Puskesmas Gubug II juga menyampaikan program layanan USG gratis bagi ibu hamil (bumil) sebagai upaya deteksi dini risiko kehamilan dan peningkatan kesehatan ibu serta janin. Program ini diharapkan dapat membantu para ibu hamil memperoleh pemeriksaan secara berkala tanpa terbebani biaya, sehingga angka risiko kehamilan dapat ditekan sejak dini. Pemerintah desa mendukung penuh sosialisasi program ini agar seluruh ibu hamil di Desa Penadaran dapat mengetahui dan memanfaatkannya.
Puskesmas Gubug II turut menegaskan komitmennya membantu proses penerbitan surat keterangan bagi warga dengan kepesertaan PBI JKN yang tidak aktif, namun termasuk kategori Desil 1–5 serta menderita penyakit kronis menahun. Fasilitasi ini diharapkan dapat memperlancar akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu sehingga tidak terkendala persoalan administratif.
Topik lain yang menjadi perhatian adalah rencana pengaktifan kembali Posyandu Lansia. Pasca penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang saat ini hanya dilaksanakan di dua titik, sebagian lansia harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan. Pemerintah desa bersama Puskesmas akan mengkaji mekanisme yang lebih efektif agar layanan kesehatan lansia semakin mudah dijangkau.
Diskusi juga menyinggung pelaksanaan program MBG (Makan Bergizi Gratis) dalam kegiatan Posyandu. Meski saat ini program masih terbatas dan baru diterapkan di Desa Jeketro, diharapkan ke depan Desa Penadaran dapat menjadi salah satu sasaran penerima manfaat.
Melalui forum advokasi ini, seluruh pihak menegaskan pentingnya koordinasi intensif dalam pelayanan bagi penyandang disabilitas, ODGJ, serta penguatan program Posyandu. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Desa Penadaran.
Korespondensi: Jumino, S.P.
Susanto
16 September 2025 21:58:31
Masaallah luar biasa tak sawang sawang kok ada ustd UJ ya apa masih krabat nya atau ponakan nya UJ...