Penadaran (02/04/2026) – Debit air Sungai Tuntang dilaporkan meluap pada Kamis dini hari (02/04). Meski tidak sampai memasuki permukiman warga, luapan air tersebut merendam sekitar 4 hektare lahan pertanian di bantaran sungai (stren) wilayah Desa Penadaran.
Menurut keterangan Nur Hani, warga Dusun Kedung Kakap, air mulai naik dan meluap ke daratan sekitar pukul 03.00 WIB. Kondisi tersebut berangsur surut pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB.
Nur Hani mengaku terkejut dengan kenaikan debit air yang terjadi secara tiba-tiba. Pasalnya, intensitas hujan di wilayah Desa Penadaran tergolong rendah.
“Sempat kaget, karena di Penadaran hujan tadi malam hanya sekitar satu jam. Kemungkinan besar ini kiriman air dari wilayah hulu, seperti Kedungjati hingga Salatiga, yang mungkin mengalami hujan lebat,” ujarnya.
Tidak ada laporan air yang masuk ke rumah warga. Namun, sekitar 3 hingga 4 hektare lahan stren dilaporkan terendam, yang mayoritas ditanami jagung.
Meski tidak berpotensi menyebabkan gagal panen total, genangan air tersebut dikhawatirkan dapat merusak tanaman. Beberapa tanaman jagung berisiko roboh dan mengalami kondisi “bloyoh” (busuk akibat terendam air), yang berpotensi menurunkan produktivitas hasil panen petani setempat.
Koresponden : Nur Hani