Penadaran (05/02/2026) Pemerintah Desa Penadaran difasilitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan dan Puskesmas Gubug II melaksanakan kegiatan fogging sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB, bertempat di RT 004, 005, dan 006 RW 002 Dusun Sasak, Desa Penadaran.
Pelaksanaan fogging difokuskan di wilayah tersebut setelah adanya laporan enam warga yang terindikasi DBD. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Desa Penadaran segera berkoordinasi dengan Puskesmas II serta Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan untuk melakukan langkah cepat berupa pengasapan guna memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama penyakit DBD.
Kegiatan fogging ini bersifat khusus dan dilaksanakan di lingkungan permukiman warga. Sejak pagi hari, petugas kesehatan bersama perangkat desa menyusuri rumah-rumah warga, saluran air, serta area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Selama pelaksanaan, proses pengasapan berjalan tertib dan aman dengan dukungan aktif dari masyarakat setempat.
Kepala Desa Penadaran Sholehaturidlo, S.E., M.H. dalam keterangannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan dan Puskesmas II atas dukungan dan kerja samanya dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa fogging merupakan langkah sementara, sehingga masyarakat tetap diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan pola hidup bersih melalui 3M Plus. Ke depan, Pemerintah Desa Penadaran juga merencanakan pengadaan alat fogging dengan kapasitas yang lebih besar dari yang sudah ada di desa guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam pencegahan DBD.
Sementara itu, Perangkat Desa Penadaran, Pasikun, menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Fogging ini penting, tetapi yang lebih utama adalah peran aktif warga dalam menjaga lingkungan, seperti membersihkan selokan, menguras tempat penampungan air, mengubur atau mendaur ulang barang bekas, serta mengelola sampah agar tidak menjadi sarang nyamuk penyebab DBD,” ungkapnya.
Secara umum, kegiatan fogging mendapatkan respon positif dan antusiasme tinggi dari warga. Masyarakat menilai kegiatan ini sangat membantu dalam mengurangi kekhawatiran terhadap potensi penyebaran DBD di lingkungan mereka.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Penadaran berharap masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan sebagai langkah preventif jangka panjang. Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan apabila diperlukan guna mendukung upaya pengendalian dan penurunan kasus Demam Berdarah di wilayah Desa Penadaran.
Korespondensi:
Pasikun
Susanto
16 September 2025 21:58:31
Masaallah luar biasa tak sawang sawang kok ada ustd UJ ya apa masih krabat nya atau ponakan nya UJ...