Penadaran (04/04/2026) – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Santo Paulus, Desa Penadaran, pada Jumat sore (03/04/2026). Umat Katolik Desa Penadaran melaksanakan Ibadat Jumat Agung untuk mengenang sengsara dan wafatnya Yesus Kristus.
Ibadat yang dimulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB tersebut dipimpin oleh Romo Yeremias Bala Pito Duan, MSF. Rangkaian prosesi berlangsung penuh perenungan. Salah satu bagian utama adalah pembacaan Kisah Sengsara (Passio) yang diikuti dengan penghayatan mendalam oleh seluruh jemaat yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, tokoh umat Katolik Desa Penadaran, Yohanes Sutadi, menyampaikan makna penting dari pelaksanaan ibadat ini. Ia menjelaskan bahwa Jumat Agung merupakan momen refleksi bagi umat untuk merenungkan pengorbanan Yesus di kayu salib.
“Ibadah Jumat Agung ini adalah bentuk penghormatan atas sengsara dan wafatnya Yesus. Melalui kegiatan ini, dikisahkan kembali betapa besar pengorbanan-Nya bagi umat manusia,” ujar Yohanes.
Lebih lanjut, Yohanes berharap momentum spiritual ini tidak hanya berhenti di dalam gereja, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial masyarakat desa yang majemuk.
“Harapannya, melalui peringatan Jumat Agung ini, umat Katolik di Desa Penadaran dapat semakin mendalami keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Kami juga mengajak seluruh umat untuk terus menebarkan semangat cinta kasih di tengah warga masyarakat sekitar,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini berjalan tertib dan lancar, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Pekan Suci di Desa Penadaran menjelang perayaan Minggu Paskah.
Korespondensi: Yohanes Sutadi