Penadaran (29/03/2026) – Pemerintah Desa Penadaran melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) tengah mengembangkan unit usaha penggemukan domba sebagai upaya mengoptimalkan potensi ekonomi lokal. Langkah ini menjadi strategi dalam memperkuat kemandirian desa sekaligus mendukung ketahanan pangan di tingkat desa.
Pemilihan unit usaha penggemukan domba dinilai memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Selain didukung oleh ketersediaan sumber daya lokal, seperti pakan alami berupa rumput dan limbah pertanian, tingginya kebutuhan pasar terhadap ternak, khususnya domba, juga menjadi alasan utama pengembangan usaha ini.
Saat ini, di lokasi kandang penggemukan, tidak kurang dari 100 ekor domba dipelihara dengan sistem intensif. Pakan yang digunakan sebagian besar berasal dari lingkungan sekitar desa yang kemudian diolah menjadi pakan fermentasi. Hal ini mampu menekan biaya produksi sekaligus memanfaatkan potensi lokal secara optimal. Selain itu, pengelolaan usaha juga melibatkan tenaga kerja dari masyarakat setempat yang telah berpengalaman di bidang peternakan.
Secara kelembagaan, unit usaha ini berada di bawah pengelolaan BUMDes dengan dukungan modal dari Pemerintah Desa melalui skema penyertaan modal. Pengawasan dilakukan oleh Dewan Pengawas bersama Pemerintah Desa guna memastikan pengelolaan berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan rencana kerja.
Direktur BUMDes, Sutadi, menyampaikan bahwa pada tahun pertama ini, unit usaha tersebut ditargetkan dapat berkembang lebih besar dan memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).
Sementara itu, Kepala Desa Penadaran, Sholehaturidlo,S.E.M.H. berharap usaha ini dapat berjalan optimal, berkontribusi terhadap PAD dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia juga menambahkan bahwa pada tahap awal memang banyak tantangan yang harus dihadapi seperti menekan angka kematian domba, mengingat sistem pemeliharaan intensif membutuhkan penanganan sangat intensif dan benar benar presisi.
Koresponden: Reicky Adityantoko