Penadaran (25/03/2026) – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Penadaran, serta diperkirakan juga terjadi di daerah hulu sungai, sejak siang hingga sore hari pada Selasa (24/03/2026), menyebabkan debit air Sungai Tuntang meningkat secara signifikan. Kondisi ini terutama dirasakan oleh warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS), seperti di Dusun Kedungkakap dan Dusun Penadaran.
Berdasarkan pantauan warga, peningkatan debit air terjadi sejak sore hari seiring turunnya hujan deras yang berlangsung cukup lama. Nurhani, warga Kedungkakap yang tinggal di sekitar aliran sungai, menyampaikan bahwa luapan air Sungai Tuntang belum sampai masuk ke permukiman warga.
“Luapan Sungai Tuntang belum masuk ke permukiman warga yang berada dekat sungai. Namun, air sudah mulai mengisi kalen atau anak sungai sejak sore hari,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi air mulai menunjukkan tanda-tanda surut sekitar pukul 22.00 WIB, sehingga situasi berangsur lebih aman meskipun sebelumnya sempat meningkat cukup tinggi.
Sementara itu, berdasarkan data pantauan Bendung Glapan pada hari yang sama, debit air terus mengalami kenaikan sejak pukul 17.00 WIB. Tercatat, tinggi muka air (SPB) berada di angka 1740 pada pukul 17.00 WIB dan meningkat hingga mencapai 1925 pada pukul 20.30 WIB. Pada pukul 19.30 WIB, status air telah memasuki kategori “awas” dengan angka 1905.
Meskipun sempat berada pada status “awas”, hingga berita ini diturunkan belum dilaporkan adanya genangan yang masuk ke permukiman warga. Namun demikian, masyarakat di sekitar aliran Sungai Tuntang diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
Koresponden: Nurhani