Penadaran (24/03/2026) – Usai melaksanakan Salat Idulfitri, umat Islam di Desa Penadaran melanjutkan perayaan hari kemenangan dengan melaksanakan tradisi ziarah ke makam keluarga. Tradisi ini kembali dilaksanakan pada Sabtu, 21 Maret 2026, bertepatan dengan 1 Syawal 1447 Hijriah.
Ziarah makam telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian perayaan Idulfitri di Desa Penadaran. Usai Salat Id di masjid, warga secara berbondong-bondong menuju area pemakaman dengan membawa bunga untuk ditaburkan di pusara keluarga yang telah meninggal dunia. Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti kegiatan tersebut. Selain menjadi momen mengenang, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan antarwarga.
Kepala Dusun Penadaran, Masruri, menyampaikan bahwa tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat. “Setelah melaksanakan Salat Idulfitri, warga biasanya langsung menuju makam dengan membawa bunga untuk ditaburkan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama atau tahlil yang dipimpin oleh pemuka agama,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa ziarah makam memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan keluarga yang telah wafat, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan kehidupan akhirat serta pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama.
Lebih dari itu, tradisi ini juga menjadi momentum bagi keluarga yang jarang bertemu untuk berkumpul kembali. Dalam suasana Idulfitri yang penuh kebersamaan, ziarah makam menjadi sarana memperkuat tali silaturahmi sekaligus menanamkan nilai-nilai religius kepada generasi muda.
Dengan tetap lestarinya tradisi ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, serta semangat keagamaan dapat terus terjaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Koresponden : Masruri