Jumat, 8 Agustus 2025, bertempat di Warung Tugu Lumpang, dilaksanakan Kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Balita. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini menjadi sarana penting untuk memantau tumbuh kembang balita sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua mengenai kesehatan dan gizi.
Posyandu Balita Desa Penadaran rutin dilaksanakan dua kali setiap bulan sebagai bagian dari upaya desa bersama kader kesehatan untuk memastikan setiap anak mendapatkan layanan kesehatan dasar. Pada pelaksanaan kali ini, tercatat 120 balita terdaftar dengan 88 balita hadir dan mendapatkan pelayanan lengkap sementara 32 balita lainnya berhalangan hadir.
Kegiatan ini melibatkan sembilan kader Posyandu yang bertugas di lima meja pelayanan. Meja 1 (pendaftaran) diisi oleh Sri Wahyuni dan Dewi Ratnasari. Meja 2 (penimbangan dan pengukuran) ditangani oleh Rina Yuliana dan Mitarsih. Meja 3 (pencatatan) diisi oleh Siti Turiyah dan Isna Wati. Meja 4 (pemeriksaan kesehatan) dilayani oleh bidan desa, Ruki, bersama Monica. Sementara itu, Meja 5 (penyuluhan dan pembagian makanan tambahan) dikoordinasikan oleh Purjanji dan Dwi Lestari. Petugas kesehatan dari Puskesmas Gubug II, Yuyun Purbowati, turut hadir memberikan pelayanan.
Selama kegiatan berlangsung, para balita menjalani pemeriksaan berat badan, tinggi badan, serta penilaian status gizi. Data hasil pemeriksaan kemudian dicatat untuk memantau perkembangan anak dari waktu ke waktu. Petugas kesehatan yang hadir juga memberikan edukasi kepada orang tua terkait pentingnya pola makan seimbang, imunisasi, dan pencegahan penyakit menular pada anak.
Sebagai bentuk dukungan terhadap gizi balita, Posyandu Balita Desa Penadaran juga menyediakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan menu sehat dan bergizi, yaitu puding, bubur kacang hijau, dan roti donat. Makanan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian anak, sekaligus memperkenalkan variasi makanan sehat kepada mereka.
Ketua Posyandu Desa Penadaran Yanti mengungkapkan bahwa tingkat kehadiran balita kali ini cukup baik. “Meski masih ada yang berhalangan, kehadiran 88 balita dari total 120 sudah menunjukkan kepedulian orang tua terhadap kesehatan anak mereka,” katanya. Ia berharap pada bulan berikutnya jumlah kehadiran bisa lebih meningkat.
Dengan terlaksananya Posyandu Balita ini, diharapkan kesehatan anak-anak di Desa Penadaran dapat terus terpantau dan terjaga. Ke depan, kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas bulanan, tetapi juga momen untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan gizi sejak usia dini.
Posyandu bukan sekadar tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial, edukasi, dan pembinaan masyarakat agar bersama-sama mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan ceria
Susanto
16 September 2025 21:58:31
Masaallah luar biasa tak sawang sawang kok ada ustd UJ ya apa masih krabat nya atau ponakan nya UJ...