Penadaran (10/03/2026) – Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana kebersamaan mulai terasa di Dusun Tempel, Desa Penadaran. Para pemuda setempat tampak berkumpul untuk membuat ogoh-ogoh sebagai bagian dari upaya memeriahkan malam takbir. Kegiatan ini dikerjakan secara gotong royong dengan penuh semangat dan kreativitas.
Proses pembuatan ogoh-ogoh dilakukan secara bertahap, mulai dari menyiapkan rangka, merangkai bahan, hingga membentuk karakter yang diinginkan. Bahan-bahan sederhana seperti bambu, kayu, dan kertas dimanfaatkan untuk membentuk kerangka ogoh-ogoh. Di sela-sela proses pengerjaan, para pemuda saling berdiskusi dan bekerja sama agar hasil yang dibuat terlihat menarik saat ditampilkan pada malam takbiran.
Malam takbiran sendiri merupakan momen penting bagi umat Islam dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Pada malam tersebut, masyarakat biasanya mengumandangkan takbir di masjid dan mushola sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan. Selain itu, di beberapa tempat juga diadakan berbagai kegiatan kreatif untuk memeriahkan suasana malam takbir.
Pembuatan ogoh-ogoh oleh pemuda Tempel ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang telah berlangsung selama kurang lebih lima tahun. Kegiatan ini menjadi salah satu cara para pemuda untuk berpartisipasi dalam menyemarakkan perayaan malam takbiran di Desa Penadaran, selain turut mengumandangkan takbir di mushola maupun di masjid.
Salah satu pemuda yang akrab disapa Pushet menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi pemuda dalam memeriahkan malam takbir. Ia berharap ogoh-ogoh yang dibuat nantinya dapat dipajang sehingga suasana Idulfitri di desa menjadi semakin meriah.
Hal senada juga disampaikan oleh Sil, yang akrab disapa Kaji Tohir. Ia menuturkan bahwa pembuatan ogoh-ogoh bukan hanya sekadar kegiatan kreatif, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan antar pemuda. Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini para pemuda dapat berkumpul, bekerja sama, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan masyarakat.
Koresponden : Wiratmoko