Penadaran (03/04/2026) – Intensitas hujan tinggi pada Kamis (02/04/2026) memicu terjadinya banjir bandang serta banjir akibat luapan Sungai Tuntang, sehingga mengakibatkan ratusan rumah warga di desa Penadaran terendam.
Hujan deras di Desa Penadaran dan wilayah sekitar dilaporkan berlangsung sejak pukul 15.00 WIB hingga malam hari. Banjir bandang mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, ditandai dengan aliran air deras dari arah hutan yang menerjang tiga dusun, yakni Dusun Bantengan, Dusun Sasak, dan Dusun Tegalrejo, selama kurang lebih dua jam.
Di sisi lain, banjir akibat meluapnya Sungai Tuntang yang biasanya dipicu oleh tingginya curah hujan di wilayah hulu mulai terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Luapan air sungai masuk ke permukiman warga, dan ketinggian air yang terus meningkat membuat warga di sekitar bantaran sungai segera mengevakuasi kelompok rentan.
“Pada pukul 20.30 WIB, keluarga yang tinggal di dekat sungai mulai mengungsikan anak-anak dan lansia karena air terus meningkat,” ujar salah satu warga setempat.
Ketinggian air tercatat mencapai puncaknya hingga 117 cm di beberapa titik. Dilaporkan, sebanyak 554 kepala keluarga (KK) terdampak langsung, dengan rincian: Penadaran 120 KK, Kedungkakap 117 KK, Tegalrejo 106 KK, Bantengan 89 KK, Sasak 72 KK, dan Tempel 50 KK.
Banjir mulai menunjukkan tren penurunan sekitar pukul 23.00 WIB. Seiring surutnya genangan di permukiman, warga mulai membersihkan sisa lumpur dan material yang terbawa arus air.
Koresponden : Nur Hani