Penadaran (01/04/2026) – Posyandu Desa Penadaran menyalurkan Makanan Tambahan (PMT) dari Puskesmas Gubug II kepada 27 balita. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Penadaran pada Rabu, 1 April 2026.
Pemberian PMT kali ini menyasar balita yang berdasarkan pemantauan grafik pada Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) berada pada zona warna kuning. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa berat badan anak belum memenuhi standar sesuai usianya, sehingga memerlukan intervensi gizi tambahan agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Kader Posyandu, Dwi Lestari, menekankan pentingnya pemahaman orang tua terkait fungsi PMT. Ia menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan langkah preventif agar anak-anak yang mengalami kekurangan berat badan tidak berisiko masuk kategori stunting.
“Pemberian PMT ini bersifat sebagai pendamping atau selingan gizi. Tujuannya agar asupan nutrisi anak dapat membaik dan tidak mengarah pada stunting,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa antusiasme orang tua saat ini cukup tinggi. Para orang tua merasa terbantu dan mendapatkan perhatian dari pemerintah serta tenaga kesehatan terkait perkembangan anak mereka.
Dwi Lestari turut menyinggung dinamika yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa sempat ada kendala, di mana sebagian orang tua merasa kurang berkenan atau terbebani apabila anaknya dikategorikan stunting.
Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan saat ini lebih menekankan pada edukasi dan pencegahan dini. Melalui program ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk rutin mengunjungi Posyandu semakin meningkat, sehingga perkembangan tumbuh kembang anak dapat terpantau secara berkelanjutan.
“Harapannya, orang tua bisa lebih rajin mengikuti kegiatan Posyandu setiap bulannya, sehingga tumbuh kembang anak dapat terpantau secara konsisten,” pungkasnya.
Koresponden: Dwi Lestari