Penadaran (26/02/2026) – Di tengah tuntutan era keterbukaan informasi, pemerintahan desa dituntut semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menjawab tantangan tersebut, inovasi bernama WARTEG (Warta Rutin Setiap Tanggal) hadir sebagai terobosan strategis untuk mendorong digitalisasi desa, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta menjamin keterbukaan informasi publik.
Inovasi ini digagas setelah mencermati sejumlah persoalan mendasar dalam pengelolaan informasi di tingkat desa. Berdasarkan identifikasi lapangan, publikasi berita desa kerap belum optimal, website desa cenderung pasif dengan pembaruan konten yang tidak konsisten, serta dokumentasi digital yang belum tertata dengan baik. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya akses masyarakat terhadap informasi pembangunan dan pelayanan desa.
Salah satu keunggulan utama WARTEG terletak pada integrasi peran antara pemerintah desa dan masyarakat. Melalui mekanisme korespondensi terbuka, warga dapat berkontribusi mengirimkan berita atau informasi kegiatan melalui Google Form maupun WhatsApp. Selanjutnya, tim editorial desa melakukan proses verifikasi dan penyuntingan sebelum berita dipublikasikan secara luas.
Skema ini menghadirkan manfaat ganda. Bagi pemerintah desa, arsip dokumentasi menjadi lebih tertata dan profesional, sekaligus memperkuat citra kelembagaan. Bagi masyarakat, informasi menjadi lebih aktual dan informatif, serta tersedia ruang partisipasi dan aspirasi yang lebih terbuka.
Efektivitas WARTEG telah dibuktikan melalui uji coba di Desa Penadaran, Kabupaten Grobogan. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam konsistensi dan kuantitas publikasi berita, keteraturan arsip digital, serta partisipasi masyarakat dalam penyampaian informasi.
Dengan karakteristik yang sederhana, fleksibel, dan ramah sumber daya, WARTEG memiliki potensi besar untuk diadopsi oleh desa maupun kelurahan lain di berbagai daerah. Penguatan kapasitas sumber daya manusia dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan, tanpa membebani anggaran secara signifikan.
WARTEG bukan sekadar sistem publikasi, melainkan langkah strategis menuju terwujudnya desa digital yang terbuka, partisipatif, dan berdaya saing.
Korespondensi: J. Windhandini